Jumat, 16 Juni 2017

Film Biografi Umar Bin Khattab


Umar bin Khattab adalah seorang sahabat Nabi yang merupakan salah satu khulafaur rasyidin. Umar terlahir dari bani Adi bagian suku Quraisy di Mekkah. Dia mempunyai ayah yang bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim, dari Bani Makhzum. Umar dikenal sebagai sahabat Nabi yang tegas dan keras, namun juga mempunyai hati yang lembut.
Awal-awal Nabi Muhammad menerima firman Allah yang mengangkatnya sebagai Rasul, Umar adalah salah satu kaum Quraisy yang menentangnya. Sampai-sampai dia ingin membunuh Nabi, namun ketika diperjalan dia bertemu seseorang yang mengatakan bahwa adik perempuannya Fatimah binti Khattab telah menganut ajaran Nabi. Maka berbalik arahlah dia yang tadi hendak membunuh Nabi menuju rumah adiknya dengan keadaan sangat marah.
 Sesampainya di sana ia mendengar bacaan ayat-ayat Qur'an yang ketika itu Khabbab bin Arats sedang mengajarkan al-Quran kepada Fatimah dan suaminya. Mengetahui Umar datang Khabbab langsung bersembunyi dan Fatimah menutupi lembaran Al-Qur'an. Umar pun masuk rumah Fatimah dengan marah dan langsung menanyakan apa yang tadi didengarnya. Mendengar jawaban adik iparnya ia semakin marah akan hal tersebut dan memukulnya hingga rubuh kemudian Fatimah berniat menolong suaminya namun ia pun dipukul oleh Umar. Ketika melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat, diriwayatkan Umar menjadi terguncang setelah membaca ayat-ayat Qur'an tersebut. Umar pun meminta Fatimah untuk mempertemukannya dengan Nabi, lalu keluarlah Khabbab bin Arats seraya berkata "Wahai Umar, beliau berada di rumah Al-Arqam bin Abi Arqam, dan aku tidak melihat keadaanmu sekarang ini melainkan karena hasil doa Nabi Muhammad SAW 'Ya.. Allah.. muliakanlah islam dengan salah seorang dari dua Umar, yaitu Umar bin Khatab atau Amru bin Hisyam' (HR. Tirmidzi)", Umar lantas bertanya, "Apakah beliau telah berdoa untukku..?" Khabab pun menjawab, "Ya.. maka pergilah dan temuilah beliau wahai Umar". Bergegaslah Umar menemui Rasulullah dan menyatakan keislamannya. Setelah itu tak seperti sahabat lain yang takut mengungkapkan keislamannya dihadapan kaum musyrikin, Umar dengan terang-terangan mengumumkan dihadapan kaum Mekkah dan pembesarnya bahwa ia telah masuk Islam dan akan membela Rasul dan ajarannya. Seketika itu keadaan Mekkah gempar, maka salah seorang musyrikin berkata "Mekkah takkan seperti Mekkah dulu, karena keislamannya Hamzah kemudian Umar". Maksudnya para kaum musyrikin takkan bisa lagi seenaknya mengganggu Rasul dan pengikutnya karena dua orang yang dikenal gagah perkasa yaitu Hamzah paman Nabi dan Umar telah masuk Islam.


Bahkan sahabat Rasulullah satu ini disegani dan ditakuti baik dikalangan manusia maupun kalangan jin, karena Rasulullah pernah bersabda “Sungguh aku melihat setan dari kalangan manusia dan jin lari dari ‘Umar.” (HR. Tirmidzi. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Juga beliau berkata pada ‘Umar, “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, setan tidaklah menemuimu sama sekali ketika engkau melewati suatu jalan melainkan setan kala itu mencari jalan lain selain jalanmu.”  (HR. Bukhari).
Begitulah sepenggal kisah awal keislaman Umar bin Khattab, banyak teladan yang bisa kita contoh dari khalifah mulia ini. 




0 komentar